Selasa, 08 September 2020

Menuju tak terbatas

 Teriring doa dan harapan, kami persembahkan sedikit karya, semoga bisa memotivasi siapapun yang selalu  berjuang dan bekerja  sepenuh hati, lawan segala keterbatasan! 




Banyak yang mampu bicara, tetapi belum tentu mampu berbuat.

Dadan Mochamad Ramdhan, atau lebih dekat dengan sapaan Damar. Sosoknya yang mempunyai prinsip siap membantu siapapun, membuat orang yang mengenalnya pasti merasa nyaman.

Siapa sangka, dalam keterbatasannya, ia mampu menembus tak terbatas. Ia memilih aktif di berbagai komunitas, tapi bukan sekedar mencari popularis. Ia ikhlas, bekerja memberikan yang terbaik.

Pilihannya adalah mengambil peran. Apapun yang ia mampu lakukan pasti akan ia lakukan. Walaupun terkadang, rekan disekelilingnya berkata "Dan, cukup. Istirahat".

Baginya, memberikan manfaat seeeeeellluuuas mungkin adalah pilihan. Baginya, berinisiatif adalah berjuang.

Semua tercermin dalam bukti kerjanya terhadap instansi, komunitas, dan tentunya bertanggungjawab pada dirinya sendiri.

Sederhana, dari sikap, kegigihan, dan keterbatasanmu kami banyak belajar. Mengetuk pintu hati orang-orang disekirnya untuk mampu berbuat lebih, diluar keterbatasan yang dimiliki.

Terimakasih Damar, telah menginspirasi.


Sabtu, 06 Juni 2020

Bandung dan Dunia Pendidikannya





Bandung, 09 November 2021


 Bandung, apa yang kamu pikirkan tentang Bandung?? Ya, mungkin sama dengan pemikiran saya yang jika mendengar kata "Bandung" pasti terbersit dalam benak dan dipikiran kita, Bandung adalah Kota Kembang, dengan berbagai macam keindahan object wisatanya.

 Yah memang benar Bandung adalah Kota wisata dengan berjuta ceita yang mungkin hanya setahun sekali saya kunjungi dengan keluarga, dan itu pun hanya untuk berlibur dan bertamasya tanpa pernah terpikir untuk ada dan menjadi bagian dari Kota Bandung.

 Bandung, bukan hanya indah dilihat dari segi object wisatanya saja, tetapi banyak hal-hal yang luar biasa yang mungkin orang lain tidak tahu, saya mengetahui beberapa keunggulan kota ini setelah menjadi bagian dari Kota Bandung.

 Beberapa keunggulan yang dimiliki Kota Bandung diantaranya adalah dunia pendidikan, dunia kesehatan dan dunia pemerintahannya, kali ini saya hanya akan membahas keunggulan dunia pendidikan Kota Bandung saja, ya intinya yang saya ketahui saja dan mungkin lebih banyak lagi yang belum saya ketahui. saya tau karena saya terlibat langsung di dalamnya, ya meskipun sekali lagi saya bilang tak pernah terbersit sedikitpun dalam pikiran saya untuk menjadi bagian dari kota ini.

 Setelah menjadi bagian dari dunia pendidikan Kota Bandung, saya baru sadar dunia pendidikan di sini jauh lebih baik, bisa di bilang selangkah lebih maju dengan dunia penidikan di kota saya dulu, ya mungkin dari segi sistem pembelajarannya yang mumpuni dan selalu terdepan, selain itu juga tenaga pendidik dan kependidikannya yang menurut saya sangat luar biasa, karena disini tenaga pendidik dan kependidikannya kren - kren mereka berdedikasi tinggi terhadap pekerjaannya, serta sarana dan prasarana yang memadai, ya mungkin ini yang membedakan Kota Bandung dengan dengan kota-kota lain, karena saya pernah membaca di sebuah buku yang lupa buku karya siapa intinya  "guru yang hebat pasti menghasilkan murid yang hebat pula" buakan hanya disitu sarana dan prasarana yang memadai menjadi penunjangnya, apa lagi dikelola dengan sistem yang baik.

 Sistem pendidikan di Bandung menurut saya sudah sangat luar biasa, semuanya sudah serba online dan dengan sistem pelayanan pendidikan yang maksimal membuat pendidikan di Kota Bandung menjadi lebih Oke! bukan hanya dari segi tenaga pendidik dan kependdikannya, dinas pendidikan Kota Bandung pun turut berperan aktif mendorong seluruh tenaga pendidikannya untuk lebih unggul, dengan mengadakan berbagai macam pelatihan-pelatihan, diantaranya pelatihan yang pernah saya ikuti waktu itu adalah pelatihan literasi yang diadakan oleh dinas pendidikan Kota Bandung yang bekerjasama dengan Balai Bahasa Jawa Barat.

 Sementara dari segi sarana dan prasarana pendidikan yang ada disini saya kira lebih modern dibandingkan dengan kota-kota lain, contoh kecil sekitar bulan september - oktober 2019, hampir semua sekolah dasar negeri di sini mendapatkan bantuan media pembelajaran dan kalau di lihat dari segi kebermanfaatannya tentu sangat bermanfaat bagi dunia pendidikan disini terutama untuk pesera didik yang menjadi sasaran utama pendidikan serta bagi sekolah dalam rangka menghadapi era digital, kalo anak-anak sekarang bilang mungkin untuk mengahapi era 4.0. Hihihi... Inilah sebagian kecil yang menjadi ungulan di dunia pendidikan Kota Bandung, dengan sistem pendidikan baik, sarana dan prasarana yang mumpuni, pandidik dan tenaga pendidikan yang oke, membuat pendidikan di kota ini selangkah lebih maju dari kota-kota lain.

 Bukan bandung namanya kalo kaga juara mah segala-galanya. hihihi... Begono kalo orang betawi bilang. Semoga semakin maju dan terus maju dunia pendidikan di Kota Bandung.






KEAJAIBAN DALAM TES CPNS 2018

KEAJAIBAN DALAM TES CPNS 2018 

Sabtu 06 juni 2020 

 Dua kali berturut-turut saya mengikuti seleksei CPNS mulai dari seleksi CPNS yang diadakan KEMENKUMHAM, dan PEMPROP BANTEN mungkin bukan rezeki saya berada di dua instansi tersebut, karena dari dua kesempatan tersebut saya selalu gagal dan dinyatakan tidak lolos selseksi. 

 Tidak berhenti di situ saya terus berusaha dan meminta kepada-Nya dalam setiap doa, karena saya sadar kepada siapa lagi saya harus meminta kalau bukan kepada-Nya. Tuhan sang pencipta alam semesta yang maha pemurah lagi maha penyayang. 

 Pada suatu ketika saya diberi kabar oleh Ikatan Alumni Universitas Terbuka Angkatan 2013, bawa ada penerimaan CPNS di bandung, tanpa pikir panjang langsung mendaftarkan diri saya di salah satu instansi di pemerintahan Kota Bandung. Namun kali ini, ada sedikit rasa ragu di hati, yang mungkin wajar terjadi karena sudah 2 kali daftar dan 2 kali pula mengalami kegagalan, tapi tidak menyerah begitu saja saya tetap melakukan prosesi pendaftaran di link SSCN.BKN.go.id, setelah daftar sampai ke pengumuman seleksi berkas dan tempat ujian tanggal 22 Oktober 2018. 

 Prosesi seleksi di mulai setelah daftar alhamdulillah langkah pertama pun saya alalui dengan mulus dan lancar. Lajut ke seleksi yang ke 2 yaitu seleksi SKD, seleksi yang ke 2 ini yang membuat saya aga cemas tapi tetap saya di jalani dengan bisamillah, sayapun pergi kebandung dengan 3 orang taman saya, kebetulan jadwal tes mereka berbarengan dengan saya, kami berangkat dengan membawa sejuta harapan yang tentunya dapat lulus seleksi SKD.  

 Sehari sebelum berangkat untuk mengikuti tes, berbagai macam kebingungan pun muncul dalam benak saya, karena pada saat itu saya tidak memiliki biaya yang cukup untuk pergi dan menginap di bandung, yang bisa saya lakukan hanya kembali berdoa semoga ada keajabian untuk saya dan 2 orang teman saya. 

 Ketiaka dalam kebingungan tersebut saya di hubungi salah satu rekan kerja yang sudah saya anggap sebagai orang tua sendiri, beliau menawarkan menginap di rumah orang tuanya di daerah Arcamanik, sontak saya kaget seraya dalam hati berkata ya allah do'a ku di dengar dan ijabah langsung dari sinilah awal dari keajaiban-keajaiban berikutnya selama perjalanan menjadi ASN Kota Bandung. 

 Tidak pikir panjang setelah mendapat kabar dari rekan kerja saya bahwa saya dipersilahkan menginap di rumah orang tuanya, saya pun langsung berangkat dengan modal di dompet waktu itu sekitar 300 ribu, saya pun berangkat dan mengikuti seleksi Kompetensi Dasar. Selesai Tes saya langsung bisa melihat hasil tes dan ternyata saya belum memenuhi passing grade dengan demikian sudah bisa  dipastikan saya tidak lolos seleksi SKD.

 Saya pulang dengan sedikit rasa kecewa pada saat itu, tapi tetap saya berdoa disetiap waktu, kata yang saya selalu ucapkan dalam setiap doa saya  adalah "ya allah jika memang saya di takdirkan untuk menjadi seorang ASN maka permudahlah jalan saya untuk mencapai takdir saya (aamiin)". 

 Waktu terus belalu dan entah percaya atau tidak do'a saya menjadi sebuah kenyataan kembali. Keajaiban kedua pun di mulai pemerintah menurunkan passing grade, sehingga saya dinyatakan lolos Seleksi Kompetensi Dasar dan alahamdulillah menempati posisi pertama di formasi yang saya daftar, dari 25 Alumni Universitas Terbuka 2013 hanya 5 orang yang dinyatakan lolos seleksi untuk melanjutkan ke seleksi selanjutnya yaitu Seleksi Komoetansi Bidang (SKB). 

 Pada formasi yang saya daftar ada 3 orang yang lolos dan maju ke seleksi selanjutnya, posis pertama di tempati oleh saya, posisi kedua oleh seorang wanita yang bernama Ikoh Indriyani, dan di posisi ketiga oleh teman kuliah saya Reza.  Pada saat itu kekhawatiran pun mualai muncul karena nilai saya tidak terpaut jauh dari peserta lain di formasi yang saya daftar, karen hal itu sayapun kembali berdoa, "ya allah jika saya memang ditakdirkan untuk jadi ASN maka permudahlah jalan saya, serta pertemukanlah saya dengan orang yang bernama Ikoh Indriyani, karena hamba tau tidak ada hal yang tak mungkin bangi-mu ya allah, aamiin". 

 Berangkat dari tangerang untuk mengikuti seleksi SKB yang diadakan di slahsatu Universitas ternama di Kota Bandung dengan menumpang teman karena memang saya tidak memiliki uang sama sekali pada waktu itu, dengan bermodalkan nekat dan keyakinan. 

 Berangkat dari tangerang jam 10:20 tiba ditempat tes jam 04:15 dini hari, saya mempersiapkan diri untuk mengikuti tes SKB yang di mulai pukul 07:00 sebelum melangkah saya kembali berucap seraya berdoa mengutarakan keinginan saya untuk bertemu dengan peserta yang menjadi rival saya tersebut. Aneh sangat aneh, ketika masuk ruangan saya di tarik oleh salah seorang panitia untuk di arahkan duduk di kursi depan, dan tak lama kemudian panitia itu kembali menarik seorang wanita dan dipersilahkan duduk di samping saya, ketika tes belum di mulai saya mengajak ngobrol wanita tersebut saya membuka pembicaraan "teh daftar apa, guru, keshatan atau teknis?" dia menjawab "guru SD kang." saya pun bertanya kembali "kalo boleh saya tau daftar di SD mana ya teh?" dia kembali menjawab "SDN 098 CIROYOM kang" boleh percaya atau tidak tapi ini kenyataan doa saya kembali di kabulkan oleh allah SWT, bersamaan dengan itu saya merasa bingung dan heran, dari sekian banyak peserta yang ikut tes SKB saya bisa bertemu dengan rival saya, dan samapai sekarang saya masih merasa heran, tapi yakin ini semua kehendak allah SWT. 

 Ini mungkin hanya salah satu contoh dari sekian banyak keajaiban yang allah berikan kepada umatnya, berawal dari tes SKD yang menyatakan saya tidak lolos menjadi lolos sekelsei, keinginan besar yang ingin berjumapa dengan peserta satu formasi pun bisa bahkan duduk berdampingan dan diberikan kesempatan ngobrol dengannya. Dari situlah saya semakin yakin bahwa allah SWT itu mendengar semua doa umatnya. 

  Sambil cingogo 
  mancing di jalan budi Cimahi. 
  Sabtu 06 juni 2020

Minggu, 03 Mei 2015

PTK Kelas 2 Semester 1

LAPORAN
PENELITIAN TINDAKAN KELAS



PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA PELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS II MELALUI METODE DISKUSI KELOMPOK DI SDN ........................ KECAMATAN......................................KABUPATEN.................................















Oleh:





SDN ....................................... KECAMATAN........................................
KABUPTEN..................................................
PROVINSI.................................






LEMBAR PENGESAHAN






Karya Tulis Ilmiah ini Disajikan :
“Untuk Kenaikan Pangkat dan Golongan”




Dengan Judul :

PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA PELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS II MELALUI METODE DISKUSI KELOMPOK DI SDN ........................ KECAMATAN......................................KABUPATEN.................................







PENULISAN PTK DISAHKAN PADA TANGGAL: ..........................................






                             
Menyetujui:
Kepala Sekolah 

...............................................
NIP. 


....................,  27 Okober , 2014
Penyusun

...................................................
NIP.

LEMBARAN PUBLIKASI
Judul                             :  Peningkatan prestasi belajar siswa pada pelajaran Bahasa Indonesia kelas II melalui metode diskusi kelompok di sdn .....................................................
Identitas Peneliti           :
Nama
:
....................................
Nip
:

Tempat, Tanggal Lagir
:
Tangerang, 
Tempat Mengajar
:

Jumlah Pembelajaran
:
2 Siklus 
Tempat, Tanggal Pelaksanaan
:
..................................................................
Periode Pnelitian
:
Tanggal   16  Oktober  2014, dan
Tanggal  23  Oktober   2014.



                                                                                  .........................,  28  Oktober 2014
            Petugas Pustaka                                                          Peneliti



(  ........................................  .)                                                    ..........................................
NIP.                                                                            NIP. 


KATA PENGANTAR


Puji syukur kehadirat Allah SWT yang senantiasa melmpahkan rahmad-Nya, sehingga penyusunan laporan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Pembelajaran ini dapat diselesaikan dengan baik.
Dalam penyusunan laporan ini, tentunya tidak terlepas bantuan dan dukungan dari berbagai pihak.Oleh karena itu pada kesempatan ini perlu saya sampaikan ucapan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu baik secara spiritual maupun material hingga terselesaikannya laporan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini.
Peneliti menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari sempurna, untuk itu peneliti mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun dari semua pembaca untuk modal penulisan laporan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) bagi penulis di masa yang akan datang.
Peneliti berharap laporan ini dapat bermanfaat bagi Bapak/Ibu Guru khususnya untuk bahan kajian dalam peningkatan pembelajaran dan bagi dunia pendidikan umumnya untuk meningkatkan mutu pendidikan.


Pasuruan,  Oktober 2014

Penulis






DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL .........................................................................................      i
LEMBAR PENGESAHAN................................................................................     ii
LEMBAR PENGESAHAN……………………………………………………    iii
KATA PENGANTAR .......................................................................................    iv
DAFTAR ISI ......................................................................................................     v
BAB I       PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Masalah .............................................................     1
B.     Rumusan Masalah  ......................................................................     2
C.     Tujuan Perbaikan.........................................................................     3
D.    Manfaat Penelitian Perbaikan Pembelajaran ...............................     4
BAB II      KAJIAN PUSTAKA
A.    Pengertian Model Diskusi............................................................     5
B.     Tujuan Pemakaian Metode Diskusi ............................................     6
C.     Prosedur Pemakaian Metode Diskusi .........................................     6
D.    Pemahaman Konsep ....................................................................     7
BAB III    PELAKSANAAN PERBAIKAN PEMBELAJARAN
A.    Subyek Penelitian  ......................................................................     9
B.     Deskripsi per Siklus  ...................................................................   10
BAB IV    HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A.    Deskripsi per Siklus  ...................................................................   14
B.     Pembahasan dari Setiap Siklus ...................................................   15
BAB V      KESIMPULAN DAN TINDAK LANJUT
A.    Kesimpulan  ................................................................................   16
B.     Saran  Tindak Lanjut ..................................................................   16

DAFTAR PUSTAKA.......................................................................................   17
LAMPIRAN-LAMPIRAN  .............................................................................   18


BAB I
PENDAHULUAN

A.          Latar Belakang Masalah
Salah satu tugas guru adalah mengajar, hal ini akan menyebabkan adanya tuntutan kepada setiap guru untuk menjawab pertanyaa tentang bagaimana seharusnya mengajar? Dengan kata lain setiap guru dituntut untuk memiliki kompetensi mengajar. Guru akan memiliki kompetensi mengajar jika guru paling tidak memiliki pemahaman dan penerapan secara teknis.
Berbicara mengenai keberhasilan dalam proses pembelajaran memang tidak ada habisnya, seorang guru yang sudah berupaya dalam melaksanakan proses belajar mengajar semaksimal mungkin mulai dari merencanakan pembelajaran sampai menilai hasil belajar terkadang tidak mendapatkan hasil yang maksimal seperti yang diharapkan. Dalam proses pembelajaran guru sering menemui masalah yaitu hasil belajar yang tidak sesuai dengan tujuan yang diharapkan sehingga guru berupaya untuk memperbaiki kinerja dengan cara memperbaiki pembelajarannya melalui Penelitian Tindakan Kelas (Wardhani, 2005).
Berdasarkan pengalaman peneliti dalam melaksanakan pembelajaran Bahasa Indonesia kelas II (mendeskripsikan benda) menunjukkan bahwa tingkat penguasaan secara klasikal siswa hanya 40%, hal tersebut sangat jauh jika dibandingkan dengan standar minimum yaitu 75%. Sehubungan dengan masalah tersebut peneliti ingin meningkatkan prestasi siswa-siswinya melalui kegiatan perbaikan pembelajaran.
Setiap guru pasti berharap anak didiknya memperoleh hasil yang optimal dalam belajarnya, namun keadaannya berbanding terbalik dengan yang diharapkan setelah melihat hasil ulangan siswa, hal ini disebabkan oleh:
-          Siswa kurang bersemangat dalam mengikuti pelajaran.
-          Rendahnya tingkat pemahaman siswa terhadap materi yang diajarkan
-          Siswa terlihat pasif saat diskusi kelompok maupun diskusi kelas.
Setelah kegiatan pembelajaran selesai peneliti mengadakan diskusi dengan teman sejawat, hasil diskusi peneliti dengan teman sejawat, maka diketahui faktor penyebab rendahnya tingkat pemahaman siswa saat mendeskripsikan benda dalam pelajaran Bahasa Indonesia antara lain:
-          Guru tidak pernah memberikan umpan balik
-          Guru tidak pernah memberikan dorongan semangat berupa pujian kepada siswa
-          Siswa tidak pernah diberi kesempatan untuk bertanya
Terkait dengan melatar belakangi pembahasan di atas, maka penulis memilih judul “Peningkatan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas II melalui metode diskusi kelompok SDN Cileles Kecamatan Tigaraksa Kabupaten Tangerang.

B.           Rumusan Masalah
Berdasarkan penyebab masalah di atas maka rumusan masalah dari Penelitian Tindakan Kelas ini adalah:
1.            Bagaimana penggunaan metode diskusi dalam peningkatan pemahaman siswa kelas II SDN..................... pada pelajaran Bahasa Indonesia?
2.            Apakah penggunaan metode diskusi dapat meningkatkan pemahaman siswa kelas II SDN..................... pada pelajaran Bahasa Indonesia?

C.          Tujuan Perbaikan
Dari tujuan perbaikan pembelajaran dengan menggunakan metode diskusi, tidak hanya untuk menyampaikan informasi kepada para siswa, hal ini bertujuan untuk menyampaikan informasi antara lain terbentuknya kondisi yang menguntungkan bagi para siswa untuk meningkatkan hasil belajar siswa.
Keterampilan-keterampilan proses yang dapat dikembangkan melalui metode diskusi antara lain, keterampilan pengamatan, keterampilan berkomunikasi dan keterampilan menafsirkan.
Dengan menggunakan metode diskusi, penelitian ini bertujuan untuk:
-          Mengembangkan keterampilan bertanya, berkomunikasi, menafsirkan menyimpulkan pada diri siswa.
-          Mengembangkan sifat positif terhadap sekolah. Para guru dan bidang studi yang dipelajari.
-          Mengembangkan kemampuan memecahkan masalah dan konsep diri (self concept) yang lebih positif.
-          Meningkatkan keberhasilan siswa dalam mengemukakan pendapat.

D.          Manfaat Penelitian Perbaikan Pembelajaran
Hasil perbaikan pembelajaran diharapkan ajan sangat bermanfaat bagi pengelolaan pembelajaran, khususnya guru kelas II, yaitu penelitian tindakan kelas tentang peningkatan prestasi belajar pada mata pelajaran Bahasa Indonesia ini diharapkan dapat bermanfaat bagi berbagai pihak terutama:
1.      Bagi Kepala Sekolah
Penelitian ini akan dapat bermanfaat untuk tambahan bekal pengalaman sebagai pedoman lebih lanjut dalam mengambil kebijakan di sekolah dalam memberikan bimbingan mengajar kepada guru kelas II dan pengembangan lebih lanjut.
2.      Bagi Guru
Hasil penelitian ini dapatnya bermanfaat dalam menambah khasanah keilmuannya, sehingga semakin luas wawasan kependidikan dan bertambah wawasan berfikir inovatif dan kreatif dalam pendidikan ke depan. Terutama dalam memperkaya bekal berimprovisasi dalam pembelajaran yang penuh kreatif yang pada akhirnya akan menyebangkan bagi anak dalam pembelajaran lebih lanjut.
3.      Bagi Siswa
Metode diskusi kelompok ini dapat memberi motivasi belajar yang lebih baik, lebih aktif falam belajar serta memberikan pengalaman bagi siswa
4.      Bagi Sekolah
Memberikan sumbangan yang baik bagi sekolah itu sendiri dalam rangka perbaikan pembelajara.
BAB II
KAJIAN PUSTAKA

A.          Pengertian Metode Diskusi
Metode ini sering digunakan dalam pembelajaran kelompok atau kerja kelompok yang didalamnya melibatkan beberapa orang siswa untuk menyelesaikan pekerjaan atau tugas atau permasalahan. Sering pula metode ini disebut sebagai salah satu metode yang menggunakan pendekatan keterampilan proses. Metode mengajar diskusi merupakan cara mengajar yang dalam pembahasan dan penyajian materinya melalui suatu problema atau pertanyaan yang harus diselesaikan berdasarkan pendapat atau keputusan secara bersama. Kegiatan diskusi dapat dilaksanakan dalam kelompok kecil (3-7 peserta), kelompok sedang (8-12 peserta), kelompok besar (13-40 peserta) ataupun diskusi kelas.Diskusi pada kelompok kecil lebih efektif disbanding dengan kelompok besar dan kelas. Kegiatan diskusi dipimpin oleh seorang ketua atau moderator untuk mengatur pembicaraan cara mencapai target.
Girlstrap dan martin (1975:15) mengemukakan bahwa metode diskusi merupakan suatu kegiatan sejauh orang membicarakan secara bersama-sama melalui tukar pendapat suatu topic atau maslaah untuk mencari jawaban berdasarkan semua fakta yang memungkinkan.
Metode diskusi juga diartikan sebagai suatu cara penguasaan isi pelajaran melalui wahana tukar pendapat berdasarkan pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh guna memecahkan suatu masalah. (Depdikbud, 1986:19).
Berdasarkan uraian di atas, metode diskusi dapat didefinisikan sebagai suatu kegiatan belajar mengajar yang membicarakan suatu topik atau masalah yang dilakukan oleh dua orang atau lebih, dimana orang - orang yang berbicara memiliki perhatian yang sama terhadap topik atau masalah yang menjadi pokok pembicaraan sehingga mendapat berbagai alternative jawaban terhadap topik atau maslah yang didiskusikan.

B.           Tujuan Pemakaian Metode Diskusi
Tujuan pemakaian metode diskusi adalah sebagai berikut:
a.    Mengembangkan keterampilan bertanya, berkomunikasi, menafsirkan dan menyimpulkan pada diri siswa.
b.    Mengembangkan sikap positif terhadap sekolah, guru dan bidang studi yang dipelajari.
c.    Mengembangkan kemampuan memecahkan maslah dan konsep diri yang lebih positif.
d.   Meningkatkan keberhasilan siswa dalam mengemukakan pendapat.
e.    Mengembangkan sikap terhadap isu-isu.

C.          Prosedur Pemakaian Metode Diskusi
Prosedur pemakaian metode diskusi secara umum terbagi menjadi tiga tahapan, yaitu tahapan sebelum pertemuan, selama pertemuan dan setelah pertemuan.
a.      Tahapan Sebelum Pertemuan
Kegiatan yang harus dilaksanakan pada tahapan ini adalah:
1.      Pemilihan topic diskusi yaitu suatu kegiatan yang dimaksudkan untuk menentukan topic diskusi untuk melakukannya guru atau siswa menggunakan tujuan yang ingin dicapai serta minat dan latar belakang siswa sebagai kriteria.
2.      Membuat rancangan garis besar diskusi yang akan dilaksanakan
3.      Menentukan diskusi yang akan dilaksanakan
4.      Mengorganisasikan para siswa dan informasi kelas sesuai dengan jenis diskusi
b.      Tahapan Selama Pertemuan
Selama pertemuan diskusi dilaksanakan, kegiatan yang harus dilaksanakan oleh guru dan siswa adalah:
1.      Guru memberikan penjelasan tentang tujuan diskusi, topik diskusi dan kegiatan diskusi yang akan dilakukan.
2.      Para siswa dan guru melaksanakan kegiatan diskusi
3.      Pelaporan dan penyimpulan hasil diskusi oleh siswa bersama guru
4.      Pencatatan hasil diskusi oleh siswa
c.    Tahapan Setelah Pertemuan
1.      Membuat catatan tentagn gagasan-gagasan yang belum ditanggapi dan kesulitan yang timbul selama diskusi.
2.      Mengevaluasi diskusi dari berbagai dimensi dan mengumpulkan evaluasi dari para siswa serta lembaran komentar.

D.          Pemahaman Konsep
Menurut Rosser (dalam Dahar, 1989:80), konsep adalah suatu Abstraksi yang mewakili satu kelas objek, kejadian, kegiatan atau hubungan yang memiliki atribut yang sama. Konsep merupakan abstraksi yang berdasarkan pengalaman. Bell (1995) dalam Nono Sutarno (2007) memberikan batasan konsep dalam dua dimensi.Dimensi pertama menyatakan konsep sebagai kontruk mental dari seorang yang ditandai oleh satu atau lebih kata menyatakan konsep khusus. Dimensi kedua menyatakan konsep sebagai pengertian yang diterima secara social.Pendidikan di sekolah diarahkan untuk belajar konsep dan struktur pengetahuan yang saling berhubungan menjadi konsep-konsep dan prinsip-prinsip yang terorganisir.
Konsep juga dapat didefinisikan dengan bermacam-macam rumusan yang berbeda dan tentunya antara definisi yang satu dengan definisi yang lain tidak identic. Sebagai contoh: konsep adalah kumpulan stimulus (benda, peristiwa, dll)yang mempunyai ciri sama.
Dari uraian tentang definisi konsep tersebut dapat disimpulkan bahwa untuk menguasai konsep seseorang harus mampu membedakan antara benda yang satu dengan benda yang lain, peristiwa yang satu dengan yang lainnya. Seperti yang dikemukakan oleh Gagne (1984) kemampuan membedakan merupakan prasyarat untuk mempelajari konsep.
Betapa pentingnya memahami konsep bagi kita dapat dilihat dari dicantumkannya pemahaman dan penerapan konsep di dalam setiap jenjang strata pendidikan.Seperti yang dikatakan oleh Briggs, Gagne, dan Wagner (1988) konsep adalah kemampuan yang memungkinkan manusia dapat berbuat sesuatu. Ini dapat  diartikan bahwa tanpa menguasai konsep bidang studi tertentu, manusia tidak akan dapat berbuat banyak, dan mungkin kelangsungan hidupnya akan terganggu.

BAB III
PELAKSANAAN PERBAIKAN PEMBELAJARAN

A.          Subjek Penelitian
1.      Lokasi Penelitian
Tempat yang digunakan untuk melaksanakan penelitian adalah SDN...........................  Kecamatan................ Kabupaten......................
2.      Waktu Penelitian
Waktu yang digunakan peneliti dalam melaksanakan penelitian tindakan kelas ini selama 2 siklus, yaitu pada tanggal 16 Oktober 2014 (Siklus 1) dan 23 Oktober 2014 (Siklus 2).
3.      Mata Pelajaran
Mata pelajaran yang diteliti adalah Bahasa Indonesia dengan pokok bahasan Mendeskripsikan benda, Kelas II Semester I SDN........................ Tahun pelajaran 2014/2015.
4.      Jumlah Siswa
Jumlah siswa SDN...................  Kelas II berjumlah 25 siswa, terdiri dari 13 siswa laki-laki dan 12 siswa perempuan.
5.      Karakteristik Siswa
Latar belakang ekonomi sebagian besar siswa berasal dari keluarga kurang mampu, pendidikan orang tua pada aumumnya hanya sebatas lulus Sekolah Dasar (SD), hal ini mengakibatkan orang tua menyerahkan sepenuhnya masalah pendidikan kepada guru (sekolah).


B.           Deskripsi Per Siklus
Kegiatan merancangkan melaksanaknakan perbaikan pembelajaran melalui tindakan kelas ini dilaksanakan 2 siklus untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia dimana masing-masing siklus terdiri dari 4 tahapan yaitu: Planning (perencanaan), Acting (pelaksanaan), Observing (pengamatan), dan Reflecting (refleksi). Keempat fase tersebut merupakan satu siklus dalam sebuah penelitian tindakan kelas yang digambarkan dengan menggunakan spiral seperti gambar 3.1.

Rencana

Refleksi

Tindakan/Observasi

Tindakan/Observasi

Refleksi

Perbaikan Rencana

Perbaikan Rencana
 











Gambar 3.1 Spiral Penelitian Tindakan Kelas Model Hopkins
Gambar 3.1 dapat terlihat bahwa Pelaksanaan siklus dalam penelitian tindakan kelas ini dapat akan terus berputar dan berlanjut hingga tujuan penelitian tercapai. Penelitian ini dibatasi dalam 2 siklus dengan rincian siklus 1 merupakan siklus yang harus dilakukan oleh peneliti. Siklus 2 dilakukan dengan asumsi apabila siklus 1 tidak berhasil, maka akan diperbaiki pada siklus 2. Apabila pada siklus 1 sudah berhasil, maka siklus 2 dilaksanakan sebagai pemantapan dari siklus 1.Pemantapan ini bertujuan sebagai penguatan hasil siklus 1.
Siklus 1
a.      Planning (perencanaan)
-          Menyusun perbaikan pembelajaran
-          Menyiapkan gambar binatang
-          Menyusun instrument observasi
-          Menyusun instrument penelitian
b.      Acting (pelaksanaan)
-          Siswa diajak menyanyi lagu “Anjing Kecil”
-          Guru menanyakan binatang yang dimiliki siswa dirumah
-          Guru memberikan contoh mendeskripsikan benda, binatang atau tumbuhan.
-          Tiap-tiap kelompok mendeskripsikan (membuat tebakan) benda, binatang atau tumbuhan secara rinci berdasarkan ciri-cirinya.
-          Perwakilan kelompok mempresentasikan hasilnya
-          Siswa mengerjakan lembar kerja
-          Pembahasan lembar kerja
c.       Observasing (observasi/pengamatan)
Hal yang diamati oleh peneliti saat proses kegiatan belajar mengajar berlangsung antara lain:
-          Pemahaman siswa tentang mendeskripsikan benda
-          Keaktifan siswa dalam diskusi kelompok
-          Kekompakkan siswa dalam diskusi kelompok
-          Keseriusan siswa dalam mengerjakan tugas
d.      Reflecting (refleksi)
Refleksi dilakukan untuk mengetahui sejauh mana Pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas pada siklus 1 telah dicapai siswa sesuai harapan peneliti sehingga penelitian ini dapat dihentikan akat tetapi peneliti menemukan bahwa:
-          Pemahaman siswa tentang cara mendeskripsikan benda masih kurang
-          Keaktifan siswa masih kurang
-          Keseriusan siswa dalam mengerjakan tugas masih kurang
Oleh karena itu peneliti melakukan PTK lagi pada siklus ke 2.
Siklus 2
a.      Planning (perencanaan)
-          Menyusun Rencana Perbaikan Pembelajaran (RPP) 
-          Menyiapkan gambar binatang dan tumbuhan
-          Menyusun instrument observasi
-          Menyusun instrument penelitian
b.      Acting (pelaksanaan)
-          Siswa diajak menyanyi lagu “Lihat Kebunku”
-          Guru menanyakan bmacam-macam bunga dan binatang yang dimiliki siswa
-          Siswa mengamati macam-macam bunga dan binatang yang ada di lingkungan sekolah
-          Siswa mendeskripiskan bunga yang dipegang guru
-          Guru membagi siswa menjadi 9 kelompok
-          Tiap-tiap kelompok mendeskripsikan benda, binatang dan tumbuhan yang telah diamati secara rinci berdasarkan ciri-cirinya.
-          Perwakilan kelompok mempresentasikan hasilnya di depan kelas
-          Siswa mengerjakan lembar kerja
-          Pembahasan lembar kerja

c.       Observasing (observasi/pengamatan)
Hal-hal yang diamati oleh peneliti saat proses kegiatan belajar mengajar berlangsung antara lain:
-          Pemahaman siswa tentang mendeskripsikan benda
-          Keaktifan siswa dalam diskusi kelompok
-          Kekompakkan siswa dalam diskusi kelompok
-          Keseriusan siswa dalam mengerjakan tugas
d.      Reflecting (refleksi)
Pada siklus 2 peneliti berharap bahwa hasil yang telah dicapai oleh siswa sesuai harapan peneliti akan melakukan penelitian sehingga penelitian dapat dihentikan karena siswa telah berhasil:
-          Menguasai konsep tentang cara mendeskripsikan benda
-          Menciptakan kekompakkan dalam diskusi kelompok
-          Siswa sudah aktif dan serius dalam mengerjakan tugas
-          Nilai rata-rata 82,2






BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A.          Deskripsi per Siklus
Di bawah ini disajikan tabel yang menggambarkan hasil pembelajaran Bahasa Indonesia kelas II tentang mendeskripsikan benda dan kemajuan yang dicapai dalam perbaikan pembelajaran siklus 1 dan siklus 2.
No
Nama Siswa
Nilai sebelum perbaikan
Nilai perbaikan siklus 1
Nilai perbaikan siklus 2
1
MUHAMAD RASYA
30
50
60
2
M. NADZILA H. R
30
50
70
3
MULAN APRILLIANTI
40
50
80
4
NARINDI UTAMI
20
35
60
5
NURLITA RAMAHANI
50
60
75
6
PUTRI HABIBAH
50
50
80
7
RIKI RIKARDO
55
65
80
8
SINTA KOMALA SARI
45
50
80
9
SITI NAZLATULLAILA
55
65
90
10
SITI NURPALAH
45
45
75
11
SUPIANI
70
70
100
12
SURYA
70
75
100
13
TEGAR FIRMANSYAH
35
40
60
14
YAHYA ALDIYANSYAH
40
70
80
15
YUNENGSIH
40
60
70
16
ZEWICHA NINGMAS
85
90
95
17
SALSA PUTRI
40
70
70
18
AZRUL KHUZAIM
45
45
75
19
KHALASHA NURYADI
50
60
80
20
REY NUR KHIDAYAT
70
70
100
21
NUR MUAMAD ROYAN B
35
40
60
22
AZAHRI SETIAWAN P
40
70
80
23
SYAHRA AZMINAFRIZIAH
40
60
70
24
SITI NUR KHALIPAH
85
90
95
25
M. KAMALUZIN
40
70
70

Jumlah
1205
1500
1955

Rata-rata
48,2
60
78,2
Pada tabel di atas diketahui bahwa nilai rata-rata sebelum perbaikan 48,2 berarti masih jauh dari hasil yang diharapkan. Dengan kata lain penelitian belum berhasil dalam melaksanakan pembelajarannya di kelas, oleh karena ini peneliti mengadakan penelitian di kelasnya dengan bantuan teman sejawat kemudian melaksanakan perbaikan pada siklus 1 sudah ada peningkatan dengan nilai rata-rata 60. Namun dengan nilai rata-rata itu masih dirasakan bagi peneliti belum memuaskan karena masih ada beberapa siswa yang nilaianya dibawah  KKM. Karena peneliti melakukan perbaikan pembelajaran lagi pada siklus 2 sudah lebih banyak mengalami peningkatan pada siklus 1 dan nilai rata-rata 78,2.
B.           Pembahasan Setiap Siklus
Dari tabel tersebut dapat diketahui sebelum perbaikan pembelajaran nilai siswa sangat rendah dengan nilai 48,2 setelah diadakan perbaikan pembelajaran pada siklus 1 nilai rata-rata meningkat menjadi 60 tetapi peneliti masih ingin nilai yang lebih baik lagi yang sesuai dengan harapan. Akhirnya peneliti mengadakan perbaikan pembelajaran pada siklus 2 dan dari siklus 2 ini diperoleh nilai jauh diatas standart dan sesuai, dengan nilai rata-rata 78,2, maka peneliti segera menghentikan penelitiannya.
Peningkatan hasil belajar mulai dari sebelum perbaikan, peningkatan pada siklus 1 dan perbaikan pada siklus 2 tidak lepas dari bantuan teman sejawat yang telah memberi bimbingan sehingga peneliti menggunaka strategi pembelajaran yang diaplikasi dengan kehidupan sehari-hari dan menggunakan metode diskusi serta memberikan kesempatan bertanya kepada siswa, dengan demikian siswa lebih mudah untuk memahami materi yang diajarkan.


BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

5.1        Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan selama 2 siklus, maka dapat diambil beberapa kesimpulan diantaranya sebagai berikut:
a.       Dengan menggunakan strategi pembelajaran yang diaplikasikan dengan kehidupan sehari-hari dapat memudahkan siswa untuk memahami dan menerima materi yang diajarkan.
b.      Dengan metode diskusi kelompok siswa lebih bersemangat dan dapat berperan aktif dalam kelas
c.       Penggunaan system PAKEM dalam pembelajaran dapat menarik perhatian siswa sehingga siswa merasa senang terhadap pelajaran yang kaitannya dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi pelajaran.

5.2        Saran
Untuk meningkatkan pemahaman siswa dalam memahami dan menguasai pelajaran hendaknya guru harus mampu memilih dan menerapkan strategi mengajar yang tepat dan menyenangkan agar siswa lebih tertarik sehingga pelajaran akan mudah diserap dan dipahami dengan baik dan yang lebih penting tujuan pembelajaran dapat tercapai secara optimal.


DAFTAR PUSTAKA

Girlstrap dan martin.(1975). Metide Pembelajaran. Boston: Allyn & Bacon
Lorong, Jhonny dan Asy Ari. 2003. Bahasa Indonesia Bahasaku 2a. Semarang: Aneka Ilmu
Mudjiono.(1986). Kapita Selekta Metode-metode Mengajar. Jakarta: Depdikbud.
Sutarno, nano.(2007) Pengertian Pemahaman Konsep. Jakarta: Pustaka Jaya.
Rosser.91989). Pemahaman Konsep. Boston: Allyn & Bacon.
Tim Komunikatif. (2002). Aku Bangga Bahasa Indonesia 2a. Semarang:Aneka Ilmu.















Lampiran 1

RENCANA PERBAIKAN PEMBELAJARAN SIKLUS 1
Mata Pelajaran          :     Bahasa Indonesia
Kelas/Semester          :     II/I
Alokasi Waktu           :     2 x 35 menit
Hari / Tanggal           :     Jum’at, 16 Oktober 2014

A.          STANDAR KOMPETENSI
Mengungkapkan secara lisan beberapa informasi dengan mendeskripsikan benda dan cerita.

B.           KOMPETENSI DASAR
Mendeskripsikan tumbuhan dan binatang di sekitar kita sesuai ciri-cirinya dalam menggunakan kalimat yang mudah dipahami orang lain.

C.          INDIKATOR
Mendeskripsikan ciri-ciri bendah oleh seseorang teman kemudian ditebak.

D.          TUJUAN PEMBELAJARAN
Siswa dapat mendeskripsikan benda.

E.           TUJUAN PERBAIKAN
1.      Siswa mendiskusikan ciri-ciri binatang atau tumbuhan dan mampu menyimpulkan
2.      Siswa dapat mendeskripsikan ciri-ciri benda.

F.           MATERI POKOK
Mendeskripsikan benda

G.          METODE PEMBELAJARAN
1.      Ceramah
2.      Tanya jawab
3.      Diskusi kelompok
4.      Penugasan
H.          LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
a.      Kegiatan Awal (15 menit)
1.      Guru mengucapkan salam.
2.      Guru mengkondisikan siswa untuk melakukan diskusi.
3.      Guru melakukan Tanya jawab dengan siswa.
“Bentukku bulat, dalam tubuhku banyak bijinya, kalau dibelah warnaku merah dan banyak airnya, siapakah aku?”

b.      Kegiatan Inti (45 menit)
1.      Tiap kelompok diajak keluar mengamati tumbuhan yang ada di lingkungan sekolah
2.      Dengan membaca petunjuk LKS siswa melakukan diskusi dan pengamatan
3.      Tiap kelompok mendiskusikan ciri-ciri tumbuhan dan binatang secara rinci dengan kalimat runtut
4.      Siswa menuliskan hasil diskusi pada lembar pengamatan
5.      Perwakilan kelompok melaporkan hasilnya di depan kelas
6.      Guru memberikan tes akhir siklus 1
c.       Kegiatan Akhir (10 menit)
1.      Guru melakukan evaluasi dan refleksi
2.      Tindak lanjut (pemberian PR).

I.             SUMBER DAN MEDIA PEMBELAJARAN
a.       Sumber
1.      Harianto, 2004 Buku Bahasa Indonesia kelas II.
2.      Buku lain yang relevan dengan materi.
3.      Kurikulum KTSP kelas II 
b.      Media Pembelajaran
-          Gambar poster hewan

J.            PENILAIAN
1.      Awal            :           -
2.      Proses           :           Mengamati keaktifan siswa dalam menjawab pertanyaan dan memberikan tanggapan.
3.      `Akhir           :           Tes tulis (terlampir)

                              

Teman Sejawat


……………………………
NIP.


............,  16 Oktober 2014
Guru Kelas


......................................
NIP










Lampiran 2

RENCANA PERBAIKAN PEMBELAJARAN SIKLUS 1
Mata Pelajaran          :     Bahasa Indonesia
Kelas/Semester          :     II/I
Alokasi Waktu           :     2 x 35 menit
Hari / Tanggal           :     Jum’at, 16 Oktober 201

A.          STANDAR KOMPETENSI
Mengungkapkan secara lisan beberapa informasi dengan mendeskripsikan benda dan cerita.

B.           KOMPETENSI DASAR
Mendeskripsikan tumbuhan dan binatang di sekitar kita sesuai ciri-cirinya dalam menggunakan kalimat yang mudah dipahami orang lain.

C.          INDIKATOR
Mendeskripsikan ciri-ciri bendah oleh seseorang teman kemudian ditebak.

D.          TUJUAN PEMBELAJARAN
Siswa dapat mendeskripsikan benda.

E.           TUJUAN PERBAIKAN
1.      Siswa mendiskusikan ciri-ciri binatang atau tumbuhan dan mampu menyimpulkan
2.      Siswa dapat mendeskripsikan ciri-ciri benda.

F.           MATERI POKOK
Mendeskripsikan benda

G.          METODE PEMBELAJARAN
1.      Ceramah
2.      Tanya jawab
3.      Diskusi kelompok
4.      Penugasan
H.          LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
a.      Kegiatan Awal (15 menit)
1.      Guru mengucapkan salam.
2.      Siswa diajak menyanyikan lagu “Kucingku”

b.      Kegiatan Inti (45 menit)
1.      Siswa diajak keluar untuk mengamati macam-macam benda dan binatang yang ada di lingkungan sekolah.
2.      Siswa mendeskripsikan binatang yang dilihat dilingkungan sekolah.
3.      Guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok
4.      Tiap-tiap kelompok mendeskripsikan benda dan tumbuhan atau binatang yang telah diamati secara rinci berdasarkan ciri-cirinya.
5.      Perwakilan kelompok mempresentasikan hasilnya di depan kelas.
6.      Siswa mengerjakan Lembar Kerja Siswa.
c.       Kegiatan Akhir (10 menit)
1.      Guru melakukan refleksi tentang proses dan hasil kegiatan pembelajaran
2.      Tindak lanjut (pemberian PR).
3.      Guru menutup pelajaran dengan salam

I.             SUMBER DAN MEDIA PEMBELAJARAN
a.       Sumber
1.      Harianto, 2004 Buku Bahasa Indonesia kelas II.
2.      Buku lain yang relevan dengan materi.
3.      Kurikulum KTSP kelas II 
b.      Media Pembelajaran
-          Gambar poster hewan
-          Gambar poster tumbuh-tumbuhan

J.            PENILAIAN
4.      Awal            :           -
5.      Proses           :          Mengamati keaktifan siswa dalam menjawab    pertanyaan dan memberikan tanggapan.
6.      Akhir            :           Tes tulis (terlampir)


                                                                                                        
                          

Teman Sejawat


……………………………
NIP.


.....................,  16 Oktober 2014
Guru Kelas


......................................
NIP..